Tampilkan postingan dengan label Asuransi Adira. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asuransi Adira. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Agustus 2011

Adira Dinamika bayar klaim TKI

 Perusahaan asuransi TKI PT Asuransi Adira Dinamika membayar klaim asuransi terhadap Armayeh Binti Sayuri (24 tahun), TKI asal Kuala Mandar Pontianak. Kalimantan Barat yang mengalami penyiksaan oleh majikan di Madinah, -Arab Saudi pada 26 Januari 2011.
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh. Jumhur Hidayat menyatakan pembayaran uang asuransi untuk Ar mayeh diserahkan pihak PT Adira Dinamika yang diwakili oleh Aura-lusia Rianadiana kepada Direktur Perlindungan dan Advokasi untuk Kawasan Timur lengah, Afrika dan Eropa BNP2TKI Saiful Idhom pada 18 April lalu.
Untuk pembayaran klaim terhadap Aan Darwati Binti Odin Encuip (37), TKI asal Mekarwangi Lemahsu-gih Majalengka, Jawa Barat yangtewas dengan dugaan pembunuhan di toilet rumah majikannya di Kota Mekah, Arab Saudi akan dipenuhi perusahaan asuransi itu pada Kamis, 21 April mendatang melalui BNP2TKJ.
"Untuk Armayeh sudah diberikan sebesar Rpl40 juta, yakni sebagai santunan asuransi cacat tetap Rp40 juta bagi korban dan bantuan biaya pendampingan hukum sekitar RplOO juta," jelas Jumhur, hari ini.
Jumlah tersebut, lanjutnya, akan langsung disampaikan pada Armayeh yang kini dirawat di rumah sakit King Fahd, Madinah, sedangkan teknisnya diserahkan melalui konsulat jenderal Indonesia di Jeddah.
Dia menambahkan terkait dengan kewajiban pembayaran klaim untuk Aan Darwati, PT Adira Dinamika sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi NO.07/X/2010 diwajibkan memenuhi uang klaim atas hak TKI sebesar Rp45 juta hingga Rp55 juta, sebagai santunan kematian danpengurusan biaya pemakaman korban di Tanah Air.
Pihak asuransi Adira diwajibkan pula membawa jenazah Aan Darwati dari Arab Saudi ke Indonesia, ditambah dengan keharusan membantu biaya penanganan hukum dalam kasus tewasnya TKI itu di Arab Saudi.
Sebelumnya, PT Asuransi Adira Dinamika dilaporkan ke Menteri Keuangan oleh BNP2TKI pada Rabu, 13 April, karena dianggap lalai memenuhi hak korban kedua TKI itu.
Sementara itu, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) akan mengembangkan diplomasi ketenagakerjaan berdasarkan prespektif gender.
Kepala BNP2TKI Moh. Jumhur Hidayat mengatakan dengan diplomasi gender diharapkan upaya penempatan dan perlindungan TKI baik di dalam maupun di luar negeri bisa lebih paripurna dan humanis, sekaligus dapat menyentuh akar permasalahan

Premi Asuransi Adira naik

PT Asuransi Adira Dinamika membukukan pendapatan premi bruto sebesar Rp535,26 miliar per Mei 2011 atau naik 39,51% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang Rp383,59 miliar.
Presiden Direktur Adira Insurance Willy Suwandi Dharma mengatakan lini bisnis asuransi kendaraan bermotor mendominasi kontribusi perolehan premi bruto hingga 65%.
"Meskipun sempat ada gangguan sebagai dampak bencana gempa bumi dan tsunami Jepang, lini bisnis ini tetap mendominasi kontribusi premi," ujarnya, kemarin.
Perseroan tidak merevisi target premi tahun ini, yakni Rpi,3 triliun atau tumbuh 20%. Dalam 5 bulan pertama tahun Ini klaim bruto yang ditanggung Adira naik 35,91% menjadi Rp238,8 miliar

Adira raup premi Rp287 miliar

Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) mencatatkan pendapatan premi pada April 2010 sebesar Rp287,82 miliar atau naik 27,30% dari periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp226,10 miliar.Perolehan premi pada 4 bulan pertama tahun ini telah mencapai 31% dari target yang dipatok sebesar Rp900 miliar hingga akhir tahun ini.Presiden Direktur Adira Insurance Willy Suwandi Dharma mengatakan pendapatan premi bulan lalu itu sebagian besar ditopang oleh bisnis kendaraan bermotor yang memberi kontribusi sebesar 67,51 % dari total premi.
Selanjutnya, bisnis nonkendaraan, seperti properti dan kecelakaan diri [personal accident) mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp93,S miliar atau 32,49% dari total premi."Bisnis kendaraan bermotor masih mendominasi pendapatan premi pada April sebesar Rpl94,32 miliar, atau 67,51% dari total premi Rp287,82 miliar," katanya kepada Bisnis, kemarin.Dia menuturkan tahun ini perseroan akan melanjutkan upaya menyeimbangkan bisnis pertanggungan risiko kendaraan bermotor dan nonkendaraan bermotor dengan menggenjot lini bisnis lainnya.
Perseroan memproyeksikan pertumbuhan premi sebesar 20% pada tahun ini menjadi Rp900 miliar dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu sebesar Rp742,06 miliar.Dia mengatakan penetrasi sektor bisnis nonkendaraan akan ditingkatkan a.l. meliputi produk ritel dan korporasi, yaitu dari lini bisnis asu-ransi kebakaran dan kecelakaan diri. Dari kelompok bisnis korporat juga bersiap merambah ke bisnis lainnya, seperti surety bond."Bisnis nonkendaraan diharapkan tumbuh pada kisaran 10%-30% agar seimbang dengan pertumbuhan bisnis kendaraan bermotor yang relatif signifikan," ujarnya.
Daya beli Dia menuturkan kinerja perusahaan pada periode ini cukup baik didorong oleh membaiknya perekonomian yang mendongkrak daya beli masyarakat terhadap produk asuransi.Kondisi itu mendukung perseroan mampu meraup laba bersih sebesar Rp80,95 miliar, atau naik 35,57% dibandingkan dengan April 2009, yaitu Rp59,71 miliar.
Total aset Adira Insurance pada April 2010 tercatat mencapai Rpl,73 triliun atau naik 32,06% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yaitu Rp 1,31 triliun. Ada-puo, total investasi pada periode tersebut meningkat 40,74% menjadi Rp 1,52 triliun dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yaitu Rpl,08 triliun."Pertumbuhan kinerja perusahaan hingga April 2010 ini mencatatkan rasio solvabilitas pada posisi 456,33% atau naik signifikan dari periode sama tahun lalu, yaitu 328,19%. Angka tersebut juga melampaui ketentuan pemerintah, yaitu 120%," tuturnya..Berdasarkan catatan Bisnis. Adira tercatat memiliki sekitar 3,5 juta pelanggan aktif yang dilayani oleh lebih dari 30 gerai di seluruh .Indonesia pada akhir tahun lalu.

Asuransi Adira Dorong Unit Syariah

PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) bakal menggenjot premi unit syariah hingga 30 persen. Meski menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik dari ( segi bisnis, Presdir Adira Insurance Willy Suwandi Dharma mengaku unit syariah baru menyumbang tiga persen dari total aset.
"Tahun lalu, premi unit syariah sekitar Rp 20 miliar. Walau belum besar pertumbuhan ini cukup bagus," katanya, kepada Republika beberapa waktu lalu.ntuk menggaet pasar, unit syariah Adira Insurance masih akan mengoptimalisasikan produk syariah, otocillin ikhlas. Selain asuransi kendaraan bermotor, Unit Syariah Adira Insurance juga memiliki sejumlah produk asuransi syariah lainnya, seperti personal accident (kecelakaan) serta kerja sama dengan sejumlah bank, seperti Bank Mandiri dan Bank Jabar Banten.
Untuk rencana spin off (pemisahan), Willy mengaku Adira Insurance tengah menggodok rencana ini. Walau belum tahu pasti, secara pembukuan, ia mengatakan unit usaha syariah telah dipisah dengan Adira Insurance.
Sementara itu, dari keseluruhan unit usaha, per Desember 2010 lalu, Adira Insurance mencatatkan premi Rp 1,08 triliun. "Premi Adira Insurance tumbuh 34 persen. Di 2009 perusahaan ini mencatat aset sebesar Rp 807,7 miliar," katanya.Ia mengaku strategi yang digunakan di 2011 relatif akan sama dengan tahun lalu. Di 2010, pertumbuhan premi yang signifikan ini berasal dari kendaraan bermotor, kecelakaan dan kesehatan, serta properti,dengan komposisi masing-masing 60 persen dan 20 persen.
Willy mengatakan di 2010 lalu, pihaknya juga telah menambah modal sektor hingga Rp 85 miliar. Per Desember 2010, total modal perusa-han ini telah mencapai Rp 100 miliar."Dengan ini kami sudah aman dari aturan kecukupan modal minimun perusahaan asuransi. Modal tersebut berasal dari 90 persen dari modal ditahan sementara sisanya 10 persen individu," ujarnya.
Modal minimun perusahaan asuransi diatur dalam Peraturan Pemerintah No 81 Tahun 2008. Perusahaan asuransi harus mencukupi modalnya dengan batas minimun Rp 40 miliar di 2010, lalu meningkatkan modal hingga Rp 70 miliar di 2012 dan Rp 100 miliar di 2014.
Adira Insurance berdiri 2002. Asuransi ini memiliki 3,5 juta unit aktif dan memiliki 30 outlet di Tanah Air.er Desember 2010, selain premi, Adira Insurance mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar Rp 269 miliar dari periode yang sama di tahun sebelumnya Rp 205,7 miliar. Dengan jumlah total aset sebesar Rp 2,031 miliar atau meningkat dari periode sebelumnya Rp 1,597 miliar.
Untuk total investasi, perusahaan ini mencatatkan adanya jumlah investasi sebesar Rp 1,757 miliar atau naik dari periode sebelumnya Rp 1,422 miliar. ed tirkah fansuri